(0291) 686101 smpsakar@gmail.com

Skrining Perilaku Merokok Usia 10–18 Tahun di SMP Negeri 1 Karangtengah

Oleh

Wahyu Adi Nugroho

Dalam rangka meningkatkan upaya promotif dan preventif terhadap kebiasaan merokok di kalangan remaja, Puskesmas Karangtengah bekerja sama dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Negeri 1 Karangtengah, Ibu Arie Budi Hastuti, S.Pd., menyelenggarakan kegiatan Skrining Perilaku Merokok pada Usia 10–18 Tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 Oktober 2025, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Karangtengah, dan dihadiri oleh perwakilan siswa dari kelas 7, 8, dan 9.

Kegiatan skrining ini menjadi langkah nyata untuk memetakan tingkat risiko dan pola perilaku merokok pada peserta didik usia remaja, sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial. Penyuluh kesehatan dari Puskesmas Karangtengah menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan terpapar pengaruh lingkungan, pergaulan, dan rasa ingin mencoba, sehingga perlu pendekatan intervensi dini yang tepat.

Dalam sambutannya, Ibu Arie Budi Hastuti, S.Pd., selaku Guru BK, menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk karakter dan gaya hidup sehat siswa. Ia menegaskan bahwa perilaku merokok bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan ancaman nyata terhadap tumbuh kembang peserta didik. Oleh karena itu, pendampingan konseling dan program pencegahan menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas asap rokok.

Sesi skrining dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner terkait riwayat kontak dengan rokok, dorongan sosial, tingkat pengetahuan bahaya merokok, serta kebiasaan sehari-hari. Selain itu, siswa juga mendapatkan materi edukasi mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok, risiko kecanduan nikotin, dampaknya terhadap prestasi belajar, serta hubungan merokok dengan penyakit jangka panjang seperti kanker, gangguan paru-paru, dan penyakit jantung.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Banyak siswa menyampaikan pandangan serta berbagi pengalaman seputar tekanan lingkungan pertemanan dan cara menolak ajakan merokok. Tim Puskesmas memberikan berbagai strategi penolakan yang efektif, seperti keterampilan komunikasi asertif, manajemen stres, dan pemilihan pergaulan yang sehat.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh siswa memiliki kesadaran kuat untuk menjauhi rokok dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi sehat, bebas pengaruh rokok, dan fokus mengembangkan potensi diri,” ujar Ibu Arie Budi Hastuti menutup kegiatan.

Skrining perilaku merokok ini menjadi wujud kolaborasi positif antara sekolah dan fasilitas kesehatan dalam membangun pola hidup sehat sejak dini. SMP Negeri 1 Karangtengah berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program kesehatan agar siswa dapat berkembang secara optimal baik secara akademik maupun karakter.

Related Post

Tinggalkan komentar