Karangtengah, 26 Juli 2025 – Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru dengan komitmen terhadap kesehatan paripurna, SMP Negeri 1 Karangtengah sukses menggelar kegiatan Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah yang diperluas, mencakup skrining kesehatan jiwa bagi siswa kelas 7 dan skrining perilaku merokok bagi para guru.
Kegiatan kolaboratif yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2025, ini merupakan sinergi erat antara Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 1 Karangtengah yang dipimpin oleh Ibu Arie Budi Hastuti, S.Pd. dan Ibu Yoke Ana Marliana, S.Pd. Gr., dengan tim medis profesional dari Puskesmas Karangtengah.

Ratusan siswa-siswi kelas 7 menjadi fokus utama dalam agenda kali ini. Penjaringan kesehatan rutin melibatkan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi dan mulut, visus mata, serta status gizi, dengan tujuan mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin menghambat proses belajar mengajar. Namun, yang menjadi sorotan penting adalah adanya sesi skrining kesehatan jiwa yang bertujuan untuk memantau kondisi psikologis dan emosional siswa baru yang kerap menghadapi tantangan adaptasi di jenjang sekolah menengah pertama. “Kesehatan anak bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Dengan skrining awal ini, kami bisa mengidentifikasi jika ada siswa yang memerlukan dukungan emosional lebih lanjut, sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Ibu Yoke Ana Marliana, S.Pd. Gr., selaku salah satu Guru UKS yang turut mendampingi.

Selain fokus pada siswa, kegiatan ini juga memasukkan inisiatif unik berupa skrining perilaku merokok bagi para guru dan staf sekolah. Inisiatif ini selaras dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar bebas asap rokok dan menegaskan peran guru sebagai teladan kesehatan. Ibu Arie Budi Hastuti, S.Pd., menekankan bahwa sekolah adalah tempat pembentukan karakter dan kebiasaan. “Kami ingin memastikan bahwa teladan yang diberikan kepada anak-anak adalah teladan hidup sehat. Skrining merokok bagi guru adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga integritas kawasan tanpa rokok,” tegasnya. Pihak Puskesmas Karangtengah menyambut baik perluasan lingkup penjaringan ini, dengan Kepala tim kesehatan Puskesmas yang bertugas menyatakan bahwa kolaborasi seperti ini sangat vital untuk pencegahan masalah kesehatan masyarakat sejak dini.
Hasil dari penjaringan kesehatan siswa kelas 7 ini akan digunakan sebagai data awal untuk program intervensi kesehatan selama satu tahun ke depan. Siswa yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan tertentu akan mendapatkan rujukan dan pendampingan lanjutan dari Puskesmas. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi fondasi kuat bagi SMP Negeri 1 Karangtengah dalam mewujudkan visi sekolah yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi kesehatan fisik dan mental siswanya. Dengan deteksi dini dan dukungan penuh, generasi muda Karangtengah dipersiapkan untuk tumbuh menjadi individu yang sehat, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.












