Pagi itu, tanggal 26 Juni 2025, suasana di SMP Negeri 1 Karangtengah terasa berbeda. Aula sekolah yang biasanya riuh dengan tawa siswa kini dipenuhi oleh para guru yang serius menyimak Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi. Kegiatan ini terasa istimewa, bukan hanya karena diselenggarakan untuk menunjang Tes Kompetensi Akademik, melainkan juga karena menghadirkan pemahaman mendalam tentang dua pilar penting dalam pendidikan: literasi dan numerasi.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Tri Mulyono, M.Pd., seorang pemateri yang sangat bersemangat. Ia membuka presentasinya dengan sebuah pernyataan yang menggugah, “Literasi adalah sebuah kunci untuk kita semua menuju ke masa depan yang lebih baik.” Kalimat ini menggarisbawahi esensi literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, berpikir kritis, dan berkomunikasi dengan efektif. Beliau menjelaskan bahwa dengan literasi, kita bisa melatih otak, meningkatkan kreativitas, dan mengasah kemampuan komunikasi. Semua poin ini sangat relevan untuk para pendidik yang bertugas membentuk generasi penerus.
Ibu Kepala Sekolah, Dra. Sri Endang Sulistyowati, M.Si., turut memberikan sambutan yang menguatkan. Kehadirannya menunjukkan komitmen penuh dari pimpinan sekolah terhadap pengembangan kompetensi guru. Beliau menyampaikan pentingnya implementasi literasi dan numerasi dalam setiap mata pelajaran, tidak hanya terbatas pada Bahasa Indonesia atau Matematika. Literasi, menurutnya, adalah jalan untuk “membuka pintu dunia,” di mana setiap buku menyimpan cerita unik yang bisa membawa kita berpetualang tanpa harus bepergian, menjelajahi tempat-tempat ajaib, dan mengenal berbagai karakter menarik. Begitu pula numerasi, yang menjadi fondasi untuk memahami dunia di sekitar kita melalui angka dan logika.
Sesi bimtek ini bukan hanya teori semata. Para guru diajak berdiskusi tentang cara-cara praktis dalam mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam proses belajar mengajar. Misalnya, bagaimana membuat kisah petualangan sendiri, melatih menulis dengan imajinasi, atau berlatih membaca dengan intonasi yang tepat. Tips-tips sederhana seperti membaca setiap hari, menceritakan kembali apa yang dibaca, dan berani bertanya, terasa sangat relevan dan mudah diaplikasikan.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar. Seluruh peserta menyadari bahwa literasi dan numerasi bukan hanya beban tambahan, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan siswa. Bimtek ini menjadi pengingat bahwa tugas seorang guru adalah lebih dari sekadar mengajar, melainkan juga menginspirasi. Dengan literasi, kita membuka akses ke pengetahuan dan imajinasi. Dengan membaca, kita menemukan petualangan baru, memperluas wawasan, dan mengasah pemikiran. Bimtek ini telah menabur benih harapan, semoga ilmu yang didapat dapat tumbuh subur dan membawa dampak positif bagi seluruh warga SMP Negeri 1 Karangtengah.












