Peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka Indonesia pada 14 Agustus 2025 menjadi momentum refleksi terhadap fungsi vital Pramuka sebagai pembentuk karakter generasi muda. Kakak Pembina SMP Negeri 1 Karangtengah Erika Apriliani, S.Pd. menjelaskan tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” menegaskan bahwa keberlanjutan stabilitas dan kemampuan bangsa untuk pulih dari berbagai tantangan kontemporer sangat bergantung pada sinergi dan kerja sama antar-elemen. Kolaborasi bukan hanya metode, melainkan inti dari ketangguhan nasional di tengah guncangan era modern.
Ketahanan Bangsa didefinisikan sebagai daya tahan kolektif suatu entitas untuk beradaptasi, berdiri teguh, dan bangkit kembali dari segala bentuk ancaman, mulai dari ketidakpastian ekonomi, bencana alam, hingga disrupsi informasi. Di sinilah Gerakan Pramuka berfungsi sebagai laboratorium karakter yang sesungguhnya. Nilai-nilai kepramukaan membekali tunas muda dengan keterampilan sosial dan mentalitas yang ulet. Latihan-latihan seperti kerja regu, mendirikan tenda, dan menyelesaikan sandi rumit adalah praktik fundamental yang menanamkan kesadaran kolaboratif, yang pada akhirnya menjadi fondasi tak tergoyahkan bagi ketahanan nasional di masa depan.

Pembangunan Ketahanan Bangsa yang diusung oleh Pramuka berakar pada Dasa Dharma dan diwujudkan melalui tiga pilar implementasi utama. Pertama, Ketahanan Moral dan Karakter; pilar ini dibangun dengan menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan keberanian moral, berfungsi sebagai “kompas etis” bagi generasi muda dalam menghadapi arus deras disinformasi dan berita palsu. Kedua, Ketahanan Sosial; pilar ini diimplementasikan melalui aksi nyata kolaborasi aktif, meliputi kesiapsiagaan dalam menolong sesama, respons tanggap terhadap situasi darurat, dan peran sebagai agen pemersatu yang mampu merajut perbedaan di masyarakat. Ketiga, Ketahanan Lingkungan; ini merupakan pengejawantahan dari nilai cinta alam, diwujudkan melalui komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
Dengan berpegang teguh pada Tri Satya—yaitu menunaikan kewajiban, menolong sesama, dan membangun masyarakat—Gerakan Pramuka membuktikan dirinya sebagai institusi terdepan dalam penyiapan tunas bangsa yang adaptif dan siap berkolaborasi. Seragam cokelat Pramuka adalah simbol persatuan dan kesediaan untuk bekerja sama demi kepentingan kolektif yang lebih besar. Pada usia ke-65 ini, komitmen untuk terus berkolaborasi dan menjadi teladan ketahanan bangsa harus senantiasa diperkuat, guna menjamin terciptanya generasi penerus Indonesia yang tangguh, adaptif, dan bersatu.












