Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 selalu menjadi momen penting bagi setiap institusi pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Di SMP Negeri 1 Karangtengah, semangat ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan edukatif dan kreatif yang akan diselenggarakan pada 15 dan 16 Agustus 2025. Dua hari ini didedikasikan bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk membentuk karakter siswa yang mencintai Tanah Air dan memahami dasar negaranya.
Rangkaian perayaan akan dibuka pada Jumat, 15 Agustus, dengan Lomba Paduan Suara. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan seni, disiplin, dan yang paling utama, kekompakan tim. Melalui harmoni suara yang membawakan lagu-lagu nasional, para siswa secara kolektif meresapi lirik yang sarat makna perjuangan dan persatuan. Paduan suara adalah metafora sempurna untuk gotong royong; bahwa suara yang beragam dapat menjadi indah dan kuat ketika disatukan dalam nada yang sama.

Sehari setelahnya, pada Sabtu, 16 Agustus, fokus beralih pada intelektualitas kebangsaan melalui lomba Menghafal Pembukaan UUD 1945. Kegiatan ini merupakan penekanan penting bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan euforia, tetapi juga dengan pemahaman akan dasar hukum yang menopang negara. Dengan menghafal dan memahami Pembukaan UUD 1945, siswa dituntun untuk menghayati cita-cita luhur bangsa, termasuk nilai kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan persatuan Indonesia—landasan bagi mereka untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Seluruh kegiatan ini terselenggara berkat dedikasi tim panitia yang terdiri dari bapak dan ibu guru mata pelajaran yang terpilih. Kepemimpinan yang kuat dalam mengarahkan acara ini datang dari Kepala SMP Negeri 1 Karangtengah, Ibu Dra. Sri Endang Sulistyowati, M.Si. Komitmen para pendidik ini memastikan bahwa setiap lomba dan acara bukan hanya hiburan, melainkan bagian integral dari kurikulum pendidikan karakter.
Melalui perpaduan antara seni yang emosional dan hafalan yang rasional, SMP Negeri 1 Karangtengah menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan harus dirayakan secara holistik. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi kultural untuk memastikan generasi muda memiliki suara yang harmonis dalam seni dan hati yang teguh dalam memegang teguh konstitusi.












